Kisah Ghulam dalam Tafsir Surat Al Buruj 1-11
Khotbah Pertama
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ.
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ .
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى مَحَمَّدِ نِالْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى
فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Ma’asyiral muslimin, jemaah Jumat yang dimuliakan Allah Ta’ala.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat taufiq dan hidayahnya kita bisa menjalankan ibadah sholat Jum'at berjamaah. Semoga Allah memberikan ampunan dan ridho-nya kepada kita semua
Sholawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita, suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW. Yang telah menunjukkan jalan kepada kita
Minadz-dzulumati ilan nuur, Minadh-dholalah ilal huda, Minal jahiliyah ilal islam.
khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada jemaah sekalian. Marilah senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala, yakni dengan mengerjakan seluruh ketaatan kepada-Nya ataupun dengan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Karena dengan ketakwaan inilah, wahai saudaraku, akan kita gapai surga Allah yang penuh dengan kenikmatan. Allah Ta’ala berfirman,
وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْن * الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 133-134)
Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat yang dimuliakan Allah Ta’ala.
Allah menurunkan Al-Qur'an ini sebagai petunjuk bagi manusia yang bertaqwa. sebagaimana Allah berfirman dan surat al-baqarah ayat 2
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
Maka kita sebagai hamba Allah yang beriman maka menjadikan Al-Qur'an sebagai rujukan untuk mencari solusi, untuk mencari petunjuk, untuk mencari pelajaran dalam kehidupan ini, sehingga kita bisa selamat baik kehidupan dunia dan akhiratnya.
Allah menurunkan Al-quran sebanyak 30 juz, 114 surat, 6236 ayat
dalam kesempatan kali ini, akan kami sampaikan kisah yang ada dalam QS Al Buruj, Allah SWT Berfirman
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,
وَالْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِۙ
demi hari yang dijanjikan,
وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍۗ
demi yang menyaksikan dan yang disaksikan,
قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُخْدُوْدِۙ
binasalah orang-orang yang membuat parit (tempat menyiksa orang mukmin)
=================================
Kisah mengenai Ghulam (seorang pemuda) yang dikaitkan dengan Surah Al-Buruj merupakan salah satu kisah paling heroik dalam tradisi Islam tentang keteguhan iman. Meskipun detail kisahnya tidak disebutkan secara rinci di dalam ayat Al-Qur'an, para mufassir (ahli tafsir) merujuk pada hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim untuk menjelaskan latar belakang ayat 4-9 dalam Surah Al-Buruj.
Berikut adalah ringkasan kisah dan tafsirnya:
1. Kisah Ghulam (Pemuda) dan Sang Raja
Dahulu kala, ada seorang raja zalim yang memiliki seorang penyihir tua. Karena merasa ajalnya mendekat, penyihir itu meminta raja mencarikan seorang pemuda cerdas untuk diajarkan ilmu sihir agar tradisi sihir kerajaan tetap berlanjut. Terpilihlah seorang Ghulam.
Persimpangan Jalan: Setiap hari saat berangkat belajar sihir, Ghulam melewati tempat tinggal seorang Rahib (pendeta ahli ibadah yang bertauhid). Ghulam tertarik mendengarkan ucapan Rahib dan akhirnya menyadari bahwa ajaran Rahib (tauhid) lebih benar daripada sihir.
Ujian Pertama: Suatu hari, seekor binatang besar menghalangi jalan orang banyak. Ghulam berdoa, "Ya Allah, jika perkara Rahib lebih Engkau cintai daripada penyihir, matikanlah binatang ini." Ia melempar batu, dan binatang itu mati. Sejak itu, Ghulam diberi karunia bisa menyembuhkan penyakit atas izin Allah.
Ketahuan oleh Raja: Ghulam berhasil menyembuhkan menteri raja yang buta. Sang raja marah karena menteri itu mengaku sembuh karena Allah, bukan karena sang raja (yang mengaku tuhan). Akhirnya Rahib dan menteri dibunuh, sementara Ghulam disiksa agar murtad.
=================================
Raja mencoba membunuh Ghulam berkali-kali:
Dilempar dari puncak gunung: Ghulam berdoa, dan gunung berguncang sehingga para pengawal jatuh, sementara Ghulam berjalan kaki kembali ke raja.
Ditenggelamkan di laut: Ghulam berdoa, kapal terbalik, pengawal tenggelam, dan Ghulam kembali dengan selamat.
=================================
Syarat Kematian Ghulam
Akhirnya Ghulam berkata kepada raja: "Anda tidak akan bisa membunuhku kecuali jika Anda melakukan apa yang aku perintahkan."
Raja harus mengumpulkan seluruh rakyat, menyalib Ghulam di batang pohon, mengambil anak panah dari kantong panah milik Ghulam, lalu mengucapkan:
"Bismillah, Rabbil Ghulam" (Dengan nama Allah, Tuhan pemuda ini).
Raja melakukannya. Anak panah mengenai pelipis Ghulam, dan ia wafat. Melihat kejadian itu, seluruh rakyat yang hadir berteriak: "Kami beriman kepada Tuhannya pemuda ini!"
=================================
2. Hubungan dengan Surah Al-Buruj
Setelah rakyat banyak yang beriman, raja yang murka memerintahkan pembuatan parit besar (Ukhdud) yang dinyalakan api di dalamnya. Siapa pun yang tidak mau kembali menyembah raja akan dilemparkan ke dalamnya.
Inilah yang diabadikan dalam Surah Al-Buruj ayat 4:
“Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembela kedzaliman).” (QS. Al-Buruj: 4)
Poin Penting Tafsir:
Ashabul Ukhdud: Merujuk pada raja dan para pengikutnya yang menyaksikan penyiksaan tersebut dengan dingin (Ayat 7).
Alasannya Hanya Iman: Al-Qur'an menegaskan bahwa satu-satunya alasan mereka disiksa adalah karena mereka beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji (Ayat 8).
Kemenangan Hakiki: Secara lahiriah, para mukmin itu terbakar. Namun secara maknawi, mereka menang karena berhasil mempertahankan iman hingga akhir hayat. Inilah yang disebut dalam tafsir sebagai Al-Fauzul Kabir (Kemenangan yang Besar).
3. Pelajaran yang Dapat Diambil
Kekuatan Tauhid: Keyakinan yang benar mampu mengalahkan rasa takut terhadap kematian.
Ujian yang di alami oleh ashabul ukhdud merupakan ujian yang amat berat dan amat dahsyat.
Jika kita di uji seperti itu apakah sanggup? ujian yang Allah berikan kepada kita, yang dirasa sangat berat maka ketahuilah ada orang lain yang memperoleh ujian lebih berat dari kita.
Yakinlah bahwa Allah tidak membebani suatu kaum melainkan mampu untuk menjalaninnya
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ
Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya.
Dakwah Membutuhkan Pengorbanan: Ghulam rela mengorbankan nyawanya agar ribuan orang mendapatkan hidayah.
Dengan mengorbankan nyawa, banyak orang yang mendapat
hidayah, banyak orang yang mendapat petunjuk, banyak orang yang
mendapatkan keimanan.
Jika kita masih belum mampu untuk mengorbankan jiwa untuk dakwah ini maka kita bisa berkorban melalui fikiran, tenaga dan harta untuk menegakkan kalimat tauhid dimuka bumi ini
Keadilan Allah: Surah Al-Buruj diakhiri dengan ancaman bagi orang zalim dan janji surga bagi yang bersabar, memberikan penghiburan bagi umat Islam yang sedang ditindas.
اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيْقِۗ
Sesungguhnya, orang-orang yang menimpakan cobaan (siksa) terhadap mukmin laki-laki dan perempuan, lalu mereka tidak bertobat, mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar.
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُۗ
Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Itulah kemenangan yang besar.
لَقَدْ كَانَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۗ مَا كَانَ حَدِيْثًا يُّفْتَرٰى وَلٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ ࣖ
Sungguh, pada kisah mereka benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat. (Al-Qur’an) bukanlah cerita yang dibuat-buat, melainkan merupakan pembenar (kitab-kitab) yang sebelumnya, memerinci segala sesuatu, sebagai petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang beriman.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
،
اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Komentar
Posting Komentar